May 25

Wow! Pengalaman jalan-jalan kali ini emang TOP banget!

Sebelum bercerita lebih lanjut, saya salut lah sama anak2 yang
datangnya paling awal! Sekitar setengah tujuh sudah datang. Gile amet!
Saya aja datengnya jam setengah delapan… hihi ngaret setengah jam
dari janji awal jam tujuh.

Siapakah mereka? Saha wae? Taunya cuma aa Sendi euy…

Waktu menunggu terus berlanjut hingga berdatanganlah para
manusia-manusia aneh, kacrut, dodol, tapi yang cantik juga ada
huehuehue…

Okeh, setelah siap… kita cau mau Poto-poto

Tetapi…
sang Uncal berkata:

Wah, piraku atuh urang teu poto-poto di si Jonxx,
barudak kelas urang nu asalna timana ge, poto mah pasti di si Jonxx!
Tong eleh atuh euy!

(bener teu nya… hihi sorry Cal…)

Dengan modal baju pas-pasan (sesuai kostum atuh…) jadi juga akhirnya foto-foto bersama anggota PERMIB.
Tak dilupakan, beberapa manusia lain juga berdatangan. Sambil menunggu,
kita-kita jalan-jalan liat-liat foto yang terpampang di tembok besar cina. Ada juga yang ma’em SOTO dulu… maknyus lah…

Sesaat sebelum berpoto-poto, wah parahlah… ternyata ada yang aneh ma temboknya, eh satu foto yang terpampang di tembok yang aneh pula… Ternyata ada kelompok Pretty Boy! Wah, andai saja saya… *piiiiip* Hueheuheue…. Mudah-mudahan tidak…

Pas poto-poto pun, kalo saiah yah, niihh.. kalo saiah…

Ga pengen ahh menyesal seumur hidup… Berpoto disaat
itu teh hanya sekali seumur hidup… So, ku berpikir untuk melakukan
adegan-adegan berbahaya yang tidak bisa dilakukan orang lain
(hiperbolis pisan euy!).

Yah, akhirnya pose-pose yang menempel seperti kutil di jepretan mas-mas
tukang foto memperlihatkan hasil yang rada-rada memuaskan.

cuma sayang, ada om Afgan yang tersipu karena dikasih sebuah bantalan keras yang entah kenapa dia injak-injak sewaktu berpoto…

hihi… si kukuh pundung euy…punten ahh…
padahal mah
gulung we lah si mang na…

OK kita let’s go lagi nih travel kita yang agak tersendat karena hari mulai siang, matahari mulai tinggi, dan beberapa manusia bertumbangan…

Ooo Ooo…
Sayang Sekali…

Go-Maribaya!

Suatu tempat yang rada-rada Asing buat seorang manusia yang hampir mendikarikan seluruh hidupnya tinggal di Bandung Selatan. Sewaktu datang kesana, tak lupa atuh beli obat-obatan pribadi a.k.a kacang-suuk-karesep-barudak.

Setelahnya kita kumpul dulu, buat nunggu para bidadari lewat pake
kendaraan yang mantaps aduhai, tapi rada-rada berat oge mun mikiran
bahan pangannya, karena BBM sudah naik.


Okeh, akhirnya kumpul juga semuah!

Langsung deh tancaps gas turun ke bawah untuk memulai ritual siang-siang.
Naon deui atuh lamun teu ngaeusian patuangan. MAKAN!

Kaget juga pas liat makanannya super mewah gini euy… Kado nya ajah membuat kepincut+ngiler ingin segera melihat apa isi didalamnya… YUMMY!

Sewaktu makan, saya teh rada-rada deg-degan, merinding, dan buluk kuduk
berdiri. Sebenarnya hati tak ingin mengetahui, namun mata berkata
lain… Tergetarlah hati saat melihatnya, duh-aduh… Sayang sekali,
padahal pengen mencobai… eh ga kesampean… Apa Coba?

Ternyata yah, ada lubang yang terus-menerus membisikkan dan mengajak
masuk kesana… Itulah GUA… GUA… GUA… apa sih, saya kok lupa
namanya… huehuehuehue….

Pria punya selera!
Ku tancap gas lagi melaju kencang sekitar 10 Km/jam (gancang teu?) melewati batas-batas daerah kenyamanan menuju sang Maribaya, menjauhi perasaan ingin yang kusembunyikan…

Eh, ternyata sang Maribaya lebih menyenangkan. Akhirnya saya dapat
melepas rindu disana dengan sebuah ruangan kecil disudut terpencil yang
biasa bertuliskan PRIA. Setelah cukup lama berada disana, akhirnya tak
sadarkan diri pada kenyataan pahit yang mengharuskan saya mengeruk
kantong celana karena dihadang oleh bocah cilik penunggu.

Setelahnya, YEAH! bisa jalan2 juga ma si aa Reza.. maen air euy! geblek… Sendalku ampiiiiiiir ajah,
diterkam arus buas yang menghadap sewaktu hendak berpindah dari sisi
yang satu ke sisi yang lain. Huff… Huff… Ga lagi-lagi ahh…

Akhirnya balik lagi deh ke tempat perjamuan karena
manusia-manusia lain tidak ada bersama kami. Tempat inilah yang
mengakibatkan saya menyerah saja pasrah mengeluarkan sebuah keresek
berisikan kacang-suuk-karesep-barudak. Tapi asik juga ding,
ternyata ada makhluk hidup yang baik yang selalu berbagi dengan
sesamanya menyerahkan upeti berupa Arbei, dan Stroberi. Mantaps!

Yah, the last minutes…

Diisi oleh shock-terapi yang mengakibatkan semua manusia disana
terlihat seperti telah meminum racun berdosis tingkat tinggi, dengan
tanda-tanda: wajah membiru, mulut menganga tak berkata, mata terlihat
kosong, dan tubuh rasanya bergetar.

Hanya orang-orang yang memiliki ilmu kanuragan sangat tinggi saja yang
dapat menetralkannya. Huehuehue… Anak-anak pada belum siap-siap sih…

Jumlah seluruh korban ada sekitar 17 ekor, tetapi hanya satu yang masih
hidup, tapi kelepek-kelepek, merasakan hal aneh yang merasuk secepat
kilat kedalam tubuhnya.

Yah, akhirnya tercipta KOMMANDAN baru euy!
Congrats to aa Lufty ya!

Pesan barudak:

be a Man, MAN!

Pesan buat barudak:

Bantuan KOMMANDAN atuh!

Akhirnya seeeeettt…. secepat kilat saya sudah di depan komputer lagi nih… Tak menyangka bakal secepat itu… hiks-hiks… kok bisa?

Kalau saja ada aa Didik, pasti bilang:

Bisa! Bisa! (Tunjuk Jempol tea…)

Pas pulang juga ada bumbu-bumbu penyedap dari aa Ijul yang mendapatkan sebuah kemalangan tak tertunda. Untung sudah baekan.

——————————————
It’s still fresh at my mind…
and it’s a great adventure!

Thanks ma fren!
I will treasure it! :D

Bookmark and Share
Feb 10

Beberapa hari yang lalu, saya sempat bengong malem-malem… Ga tau harus ngapain, ya udah nonton dah TV yang lumayan kacrut(ngebosenin), padahal kata orang-orang, film di Trans TV (maap nyebutin merek) kalo malem biasanya rame. Emang sih rame, tapi waktu itu dah suntuk banget. Waktu dah menunjukkan jam 11 malem.

Bingung mau ngapain, ya udah kepaksa saya nonton film drama Indonesia. Namanya "Surat Untuk Ayah". Sewaktu nonton awalnya biasa-biasa aja. Tapi setelah kelamaan, ternyata ceritanya menarik. Dan menurut saya saat itu, film inilah film drama Indonesia yang patut-benar2-sangat-harus ditonton. Berikut penilaian saya, walaupun teman-teman mungkin menilai lain:

Alur Cerita : Beda <5 point>
Ide/Konsep Cerita : Live Meanings <5 point>
Budaya : Mixed <5 point>
Timing : Good <4 point>
Cost : Kalah lah, ma drama Bolywood <2 point>
Core Objection : Pentingnya arti seorang Ayah <5 point>
Durasi : 2 Jam kepotong iklan <4 point>
Ending : Resah, ga enak dihati (not good or bad ending->ngambang) <5 point>

Ya begitulah, penilaian saya tentang film ini. Film pertama yang membuat saya ingin membuat blog dalam kategori film. Sebuah film yang membuat ingin berkreasi lebih di blog ini. Film yang bisa banyak sekali diambil manfaatnya walaupun dalam durasi yang pendek. Terima kasih buat yang telah berkreasi dalam pembuatan film ini.

Ini adalah data dari film tersebut,
http://www.rcti.tv/sinetron/index.php?kode=95&kdsn=1007

 

SURAT UNTUK AYAH

Tayang : Selasa, 30 Januari 2007 , pk. 22.00 wib

Griya Produksi: MNC

Cast

Irene : Wulan Guritno

Denny : Winky Wiryawan

Richard : Surya Saputra

Widya : Rima Melati

Sean : Rusdi

Crew

Director : Robert Ronny

DOP : Ucup Supena

Producer : Sumarsono

Executive Producer : Lala Hamid

Scriptwriter : Robert Ronny

Music Director : John Sosro

Editor : Danis

Irene, adalah seorang wanita karir yang sukses.Di usianya yang ke
30, ia telah menjadi seorang Creative Director. Ia memilih untuk
menjadi single mother atas putra semata wayangnya, Sean,walapun ibunya,
Widya tidak menyetujuinya. Hidupnya yang selama ini terasa sempurna
mulai terguncang saat Sean menanyakan keberadaan ayahnya. Irene yang
terbiasa selalu mencari jalan pintas atas segala masalahnya, menyuruh
Denny, seorang copywriter bawahannya untuk menulis surat untuk Sean,
seolah-olah dari ayahnya.

Solusi ini tampak berjalan lancar selama beberapa saat , hingga
Sean bersikeras ingin bertemu dengan ayahnya di ulang tahunnya yang ke
11. Irene pun kembali mengambil solusi jalan pintas, dengan menyewa
seorang aktor iklan, Richard, untuk berpura-pura menjadi ayah Sean.
Masalah menjadi rumit saat Sean mulai curiga dengan Richard yang tidak
‘mirip’ dengan ke pribadian ayahnya selama ini di surat. Denny yang
diam-diam mencintai Irene pun merasa cemburu dengan kehadiran Richard
di kehidupan Irene. Sementara itu Richard yang semula hanya berperan
sebagai ‘suami’ Irene dan ‘ayah’ Sean, ingin merubahnya menjadi sebuah
kenyataan, bukan lagi sekedar peran. Surat untuk ayah adalah sebuah drama-komedi-romantis yang menceritakan tentang cinta segitiga dan pentingnya arti seorang ayah.

 

Bookmark and Share
Nov 16

Wew… pagi-pagi gini dah disuruh main bola…
Jam 6 kita main bola…
trus ngapain yah? pengennya sih main bersama temen2 lagi…
heheh…

buybuy…

Bookmark and Share
Jul 21

Kebetulan, sebelumnya keponakan saya yang masih bayi datang berkunjung ke rumah dan beberapa hari menginap. Dan dalam beberapa hari tersebut saya sempat memperhatikan sesuatu yang membuat saya penasaran.

Ada dua hal yang buat penasaran:
-  Kenapa kalo bayi: suka melihat dunia dengan ‘melotot’ (terbayang ga?) 0_0
-  Kenapa kalo bayi: sering ‘melatih diri’ merangkak, trus menangis ???

Ada yang tahu jawabannya???

Untuk hal yang pertama, saya sempat berpikir: apakah bayi itu jika melihat dunia, yang menurut dia baru, menarik? Dengan rasa ingin-tahu dia ‘melotot’ terhadap lingkungan sekitarnya. Jika bertemu dengan benda ‘aneh’, seakan-akan mata itu sedang memeriksa dengan seksama. Jika bertemu dengan orang asing ataupun yang dikenal, seakan-akan mata itu melihat dengan rasa penasaran. "Apa yang dipikirkan bayi ini ya?" saya sempat berpikir seperti itu. Aneh ya??

Dari hal tersebut, saya mendapat pelajaran (temen-temen juga tambahin ya…), yaitu: Ternyata bayi memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dia juga melihat lingkungannya dengan sangat objektif, karena sebelumnya dia tidak memiliki pengetahuan apapun tentang sesuatu didekatnya. Dan yang sangat menarik, ketika saya mencoba ‘melotot’ (seperti bayi itu) melihat dunia sekitar, seakan-akan sesuatu masuk dalam pikiran, dan hal itu seperti menarik rasa ingin tahu di dalam diri. Rasa ingin tahu yang sangat besar. Rasanya dunia jauh lebih menarik untuk -dibaca-. Sudah lama saya tidak merasakan hal itu. Rasanya membuat tambah semangat aja. Mungkin perlu dicoba juga, hehe, tapi jangan terlalu melotot ya ntar orang lain pada kabur.

Dan untuk hal yang kedua, saya juga sempat berpikir: kok ga capek sih, dia selalu mengulangi latihan merangkaknya. Dan beberapa saat kemudian menangis. Tetapi trus setelah beberapa saat dia mencoba lagi, menangis lagi, dst… karena lucu, tidak tahan, dan kasihan, nenek lalu menggendongnya lalu mengelus-elus rambutnya, trus bilang, "Cup…cupp.. sayang… mmmuuah.." dan bilang, "Nih.. adik teh gemess ga bisa merangkak jadi ajah nangis… Cup… cuppp..". Saya sempat berpikir, "Wah hebat euy adik bayi…."

Adik bayi berusaha dengan segenap kekuatannya untuk belajar. Semua persoalan dan tantangan dia coba. Walaupun hasilnya tidak seperti yang diinginkannya dia mencobanya, dan trus dicoba berulang-ulang.
Menangis tidak apa-apa, tapi trus dicoba lagi…
Marah tidak apa-apa, tapi trus belajar lagi…
Sedih tidak apa-apa, tapi trus bertahan…
Kok saya jadi berpikir, " Malah saya nih yang sering putus asa, yang sering menghindar, yang sering merengek, yang sering beralasan, yang sering berpikir susah, yang sering mengalah pada keadaan".

Wah Adik Bayi Hebat ya….

Bookmark and Share
Jun 30

Ngutip nih dari kata-kata temen saya yang bernama Rolly (ini motto hidupnya):

Kesuksesan Bukan berawal dari setumpuk alasan dan penyesalan belaka, tetapi kesuksesan berawal dari langkah nyata yang anda lakukan saat ini. awali dengan niat yang tulus, mulai dari diri sendiri dan jadilah teladan bagi orang lain. (http://www.friendster.com/awangga )

trus ada juga dari blogs mas Aji (HMIF STT Telkom):

Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa temukan
berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan
mengubah kegagalan menjadi keberhasilan…..
Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya
berliter-liter tanah keruh dari sungai. Ia saring lumpur dari pasir. Ia
sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran
emas berkilauan. Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan…..
(http://ajinugroho.blogspot.com/2006/06/alasan-di-balik-kegagalan.html )

Kesalahan yang kita perbuat, secara langsung dapat menjadi sebuah pelajaran bagi kita, namun agar kita tidak mengulanginya lagi, kita harus berpikir untuk mendapatkan pelajaran yang lebih dari kesalahan tadi. Tetapi, saya ingatkan, hal ini memiliki rintangan yang namanya alasan. Yang namanya pelajaran ternyata bukan sebuah alasan.
Ternyata kita harus selalu berpikir keras untuk mendapatkan pelajaran lebih dari suatu kejadian. Dan sungguh, sesuatu yang lebih itu biasanya sedikit sekali, dan yang banyak adalah alasan-alasan yang dibuat-buat. Seperti kutipan dari Mas Aji diatas, pelajaran itu ibarat butiran emas di sungai besar, dalam, dan berarus kencang.
Tetapi hal yang kecil inilah perbedaannya, perbedaan yang bisa membedakan orang banyak dan orang sedikit. Dan yang sedikit ini adalah….

….harap dimaknai oleh teman-teman semua.

Bookmark and Share
Jun 25

Ada kutipan yang sangat menarik buat teman-teman:

Suatu hari, dosen sebuah perguruan tinggi sedang memberi kuliah tentang manajemen. Dengan semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata, "OK,  sekarang waktunya kuis." Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember. Lalu mengisi ember tersebut dengan batu-batu besar sekepalan tangan. Dan ia bertanya pada mahasiswa, "Menurut kalian, apakah ember ini sudah penuh?"

Tanpa berpikir terlebih dahulu, semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"

Dosen tadi bertanya kembali, "Sungguh demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung batu kerikil kecil. Ia menuangkan  kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocoknya sehingga kerikil tadi turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu besar. Sekali lagi dosen itu bertanya, "Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

Kali ini para mahasiswa terdiam, dan seseorang berkata, "Mungkin, tidak."

"Bagus." kata dosen. Kali ini dia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Dan sekali lagi dosen itu bertanya, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?"

Sekarang sekelas menjawab, "Belum!"

Sekali lagi dosen itu menjawab, "Bagus, bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai penuh. Lalu ia menoleh ke seluruh kelas dan bertanya, "Tahukah kalian apa maksud ilustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat menjawab, "Maksudnya adalah tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mampu berusaha sekuat tenaga maka pasti bisa kita kerjakan."

"Oh, bukan seperti itu." sahut dosen, "Ilustrasi tadi mengajarkan  pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar" terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Lalu, apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Apa hal-hal yang penting dalam hidup anda?

Ingatlah untuk selalu memasukkan "batu besar" pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Wah, menarik dan menambah semangat ya cerita diatas. Hal positif yang bisa didapat adalah: Pergunakanlah waktu yang kita punya untuk memikirkan, merencanakan, dan mengerjakan, serta evaluasi hal-hal besar dalam hidup kita. Jangan terpaku dan jangan mau disibukkan dengan hal-hal kecil. Ingat selalu, ‘deadline hidup’ kita selalu menanti di depan tanpa kita mengetahui kapan akan datang.

Bookmark and Share
Jun 08

Saya tidak habis pikir, Bandung sebagai kota kembang, juga sebagai kota dengan pengidap AIDS terbanyak. Di koran PR hari Jum’at tanggal 9 Juni 2006 kemarin. Berita ini jadi headline lho. bisa dilihat di: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/062006/09/0104.htm

Nasihat dari saya sih, jaga deh pergaulan, jangan terlalu bebas. Ingat TUHAN YME sebagai PENCIPTA dan sesungguhnya dia juga sebagai PENGATUR. Ingat Men, kita ga akan selamanya bernafas di dunia ini. Saya rasa FAKTA diatas telah menunjukkan jalan hidup yang mana yang lebih terang bagi orang-orang yang mengerti. Dengan bersabar, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih kok dari dunia ini. Rubah tujuan hidup, jangan mau diperbudak ma dunia.
Sayang khan…
cuma sementara…

Ada suatu cerita kayak gini, hidup ini seperti berjalan padang pasir. Dari kejauhan kita bisa melihat oase kehidupan. Tetapi kita tidak tahu apakah itu oase aseli apa palsu (ASAL. ^_^). Untuk sampai kesana kita bisa melewati banyak jalan. Banyak orang yang telah melewati beberapa jalan, tetapi di jalan yang mereka tempuh, ranjau-ranjau menghadang dan banyak sekali orang yang berguguran terkena ranjau. Anehnya, banyak juga orang yang menginjak ranjau di depan mata, karena tidak mengerti dan karena cuma ikut-ikutan. Setidaknya kita pasti berpikir, orang-orang terdahulu sudah pernah tuh lewat jalan itu, dan ada bekas-bekas jalan mana yang aman dan jalan mana yang ada ranjaunya. Ya seharusnya kita tinggal lompat-lompat kecil dijalan yang kita pilih, dan mengikuti tapak jalan yang aman, sehingga sampai di oase kehidupan sebenarnya. Saya yakin setiap jalan yang kita pilih pasti memiliki jalan aman, jika kita bisa menggunakan segala potensi kita.

Karena itu, teman…
Jangan salah pilih lagi ya, mana ranjau, dan mana jalan aman. Selalu berpikir tujuan hidup di dunia bukan untuk dunia, tetapi sesungguhnya ada hal besar setelah kehidupan dunia kita lewati.

Pasti banyak orang yang bisa ngomong kayak gini, tetapi yang diharapkan, fakta sebelumnya ini bukan disesalkan tetapi kita bisa mendapat banyak pelajaran dari sini, sehingga kita jadi orang-orang yang mengerti, dan tidak mengulangi kesalahan menginjak ranjau kehidupan lagi.

O.. iya lupa ingat juga neh…
Ini hidup bukan di dunia game…
Karena cuma punya satu nyawa,
kalo gameover ya udah GAMEOVER…

Bookmark and Share
Apr 08

Ada Yang Tahu lagu ini?

Bookmark and Share
Apr 08

Eh… bahas buat RPG nya disini aja, biar bisa link trus ma temen2 semua….
ada beberapa tambahan update, tapi kayaknya ga di eksposs sekarang…

untuk bahas game RPGnya, sebaiknya disini…

next:konsep awal game+cerita awal
tunggu ya….

Ini ada sedikit screenshot yang kemaren

Title

Epilog

Menu

Dialog

Bookmark and Share