PERMIB vs MARIBAYA
Wow! Pengalaman jalan-jalan kali ini emang TOP banget!
Sebelum bercerita lebih lanjut, saya salut lah sama anak2 yang
datangnya paling awal! Sekitar setengah tujuh sudah datang. Gile amet!
Saya aja datengnya jam setengah delapan… hihi ngaret setengah jam
dari janji awal jam tujuh.
Siapakah mereka? Saha wae? Taunya cuma aa Sendi euy…
Waktu menunggu terus berlanjut hingga berdatanganlah para
manusia-manusia aneh, kacrut, dodol, tapi yang cantik juga ada
huehuehue…
Okeh, setelah siap… kita cau mau Poto-poto…
Tetapi…
sang Uncal berkata:
Wah, piraku atuh urang teu poto-poto di si Jonxx,
barudak kelas urang nu asalna timana ge, poto mah pasti di si Jonxx!
Tong eleh atuh euy!
(bener teu nya… hihi sorry Cal…)
Dengan modal baju pas-pasan (sesuai kostum atuh…) jadi juga akhirnya foto-foto bersama anggota PERMIB.
Tak dilupakan, beberapa manusia lain juga berdatangan. Sambil menunggu,
kita-kita jalan-jalan liat-liat foto yang terpampang di tembok besar cina. Ada juga yang ma’em SOTO dulu… maknyus lah…
Sesaat sebelum berpoto-poto, wah parahlah… ternyata ada yang aneh ma temboknya, eh satu foto yang terpampang di tembok yang aneh pula… Ternyata ada kelompok Pretty Boy! Wah, andai saja saya… *piiiiip* Hueheuheue…. Mudah-mudahan tidak…
Pas poto-poto pun, kalo saiah yah, niihh.. kalo saiah…
Ga pengen ahh menyesal seumur hidup… Berpoto disaat
itu teh hanya sekali seumur hidup… So, ku berpikir untuk melakukan
adegan-adegan berbahaya yang tidak bisa dilakukan orang lain
(hiperbolis pisan euy!).
Yah, akhirnya pose-pose yang menempel seperti kutil di jepretan mas-mas
tukang foto memperlihatkan hasil yang rada-rada memuaskan.
cuma sayang, ada om Afgan yang tersipu karena dikasih sebuah bantalan keras yang entah kenapa dia injak-injak sewaktu berpoto…
hihi… si kukuh pundung euy…punten ahh…
padahal mah gulung we lah si mang na…
OK kita let’s go lagi nih travel kita yang agak tersendat karena hari mulai siang, matahari mulai tinggi, dan beberapa manusia bertumbangan…
Ooo Ooo…
Sayang Sekali…
Go-Maribaya!
Suatu tempat yang rada-rada Asing buat seorang manusia yang hampir mendikarikan seluruh hidupnya tinggal di Bandung Selatan. Sewaktu datang kesana, tak lupa atuh beli obat-obatan pribadi a.k.a kacang-suuk-karesep-barudak.
Setelahnya kita kumpul dulu, buat nunggu para bidadari lewat pake
kendaraan yang mantaps aduhai, tapi rada-rada berat oge mun mikiran
bahan pangannya, karena BBM sudah naik.
Okeh, akhirnya kumpul juga semuah!
Langsung deh tancaps gas turun ke bawah untuk memulai ritual siang-siang.
Naon deui atuh lamun teu ngaeusian patuangan. MAKAN!
Kaget juga pas liat makanannya super mewah gini euy… Kado nya ajah membuat kepincut+ngiler ingin segera melihat apa isi didalamnya… YUMMY!
Sewaktu makan, saya teh rada-rada deg-degan, merinding, dan buluk kuduk
berdiri. Sebenarnya hati tak ingin mengetahui, namun mata berkata
lain… Tergetarlah hati saat melihatnya, duh-aduh… Sayang sekali,
padahal pengen mencobai… eh ga kesampean… Apa Coba?
Ternyata yah, ada lubang yang terus-menerus membisikkan dan mengajak
masuk kesana… Itulah GUA… GUA… GUA… apa sih, saya kok lupa
namanya… huehuehuehue….
Pria punya selera! Ku tancap gas lagi melaju kencang sekitar 10 Km/jam (gancang teu?) melewati batas-batas daerah kenyamanan menuju sang Maribaya, menjauhi perasaan ingin yang kusembunyikan…
Eh, ternyata sang Maribaya lebih menyenangkan. Akhirnya saya dapat
melepas rindu disana dengan sebuah ruangan kecil disudut terpencil yang
biasa bertuliskan PRIA. Setelah cukup lama berada disana, akhirnya tak
sadarkan diri pada kenyataan pahit yang mengharuskan saya mengeruk
kantong celana karena dihadang oleh bocah cilik penunggu.
Setelahnya, YEAH! bisa jalan2 juga ma si aa Reza.. maen air euy! geblek… Sendalku ampiiiiiiir ajah,
diterkam arus buas yang menghadap sewaktu hendak berpindah dari sisi
yang satu ke sisi yang lain. Huff… Huff… Ga lagi-lagi ahh…
Akhirnya balik lagi deh ke tempat perjamuan karena
manusia-manusia lain tidak ada bersama kami. Tempat inilah yang
mengakibatkan saya menyerah saja pasrah mengeluarkan sebuah keresek
berisikan kacang-suuk-karesep-barudak. Tapi asik juga ding,
ternyata ada makhluk hidup yang baik yang selalu berbagi dengan
sesamanya menyerahkan upeti berupa Arbei, dan Stroberi. Mantaps!
Yah, the last minutes…
Diisi oleh shock-terapi yang mengakibatkan semua manusia disana
terlihat seperti telah meminum racun berdosis tingkat tinggi, dengan
tanda-tanda: wajah membiru, mulut menganga tak berkata, mata terlihat
kosong, dan tubuh rasanya bergetar.
Hanya orang-orang yang memiliki ilmu kanuragan sangat tinggi saja yang
dapat menetralkannya. Huehuehue… Anak-anak pada belum siap-siap sih…
Jumlah seluruh korban ada sekitar 17 ekor, tetapi hanya satu yang masih
hidup, tapi kelepek-kelepek, merasakan hal aneh yang merasuk secepat
kilat kedalam tubuhnya.
Yah, akhirnya tercipta KOMMANDAN baru euy!
Congrats to aa Lufty ya!
Pesan barudak:
be a Man, MAN!
Pesan buat barudak:
Bantuan KOMMANDAN atuh!
Akhirnya seeeeettt…. secepat kilat saya sudah di depan komputer lagi nih… Tak menyangka bakal secepat itu… hiks-hiks… kok bisa?
Kalau saja ada aa Didik, pasti bilang:
Bisa! Bisa! (Tunjuk Jempol tea…)
Pas pulang juga ada bumbu-bumbu penyedap dari aa Ijul yang mendapatkan sebuah kemalangan tak tertunda. Untung sudah baekan.
——————————————
It’s still fresh at my mind…
and it’s a great adventure!
Thanks ma fren!
I will treasure it!



